Politeknik Negeri Medan (Polmed) melepas 100 mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera” di Aula Gedung Direktorat Polmed, Selasa (3/2). Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Polmed, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Bidang Akademik Agus Edy Rangkuti, S.E., M.Si., Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Melvin Bismark Hamonangan Sitorus, S.T., M.T., para dosen pembimbing, serta mahasiswa peserta program.
Sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai program studi akan diterjunkan ke dua wilayah terdampak bencana, yakni Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Mereka akan menjalankan dua program berbasis teknologi terapan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
Direktur Polmed, Idham Kamil, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan pengabdian langsung di tengah masyarakat.
“Perguruan tinggi harus hadir saat masyarakat membutuhkan. Mahasiswa Polmed kami dorong untuk datang membawa solusi berbasis inovasi dengan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan, etika, dan kemandirian,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya manajemen tim selama pelaksanaan program, termasuk pembagian tugas yang jelas dan koordinasi intensif di lapangan agar seluruh target kerja dapat tercapai secara efektif.
Sementara itu, Kepala P3M Polmed, Melvin Bismark Hamonangan Sitorus, menyampaikan bahwa dari proses seleksi Program Mahasiswa Berdampak, Polmed berhasil meloloskan dua proposal yang akan diimplementasikan di lokasi berbeda.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Polmed. Dua proposal yang lolos menunjukkan kesiapan mahasiswa dalam merancang solusi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat. Pelaksanaannya harus maksimal agar benar-benar memberi dampak,” jelasnya.
Tim pertama akan bertugas di Dusun Bahagia, Kecamatan Kampung Dalam, Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka membawa inovasi Cold Storage Portable berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung penyimpanan logistik pangan. Fasilitas ini dirancang menjaga
kualitas bahan pangan di wilayah terdampak, sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
Adapun tim kedua ditempatkan di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Program yang dijalankan berfokus pada pembangunan sumur bor dan sistem sanitasi berbasis teknologi tepat guna, untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat pascabencana. Intervensi ini ditargetkan meningkatkan akses air layak serta memperbaiki standar kesehatan lingkungan warga.
Melalui dua program tersebut, Polmed menargetkan capaian konkret berupa tersedianya fasilitas penyimpanan pangan berbasis energi terbarukan di Aceh Tamiang serta akses air bersih dan sanitasi yang berfungsi optimal di Tapanuli Tengah.
Selain dampak langsung bagi masyarakat, program ini juga menjadi wahana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dalam menerapkan kompetensi teknis, manajemen proyek, dan kerja tim.
Direktur Polmed berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana serta tertib. “Semoga kegiatan ini memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi bukti bahwa mahasiswa Polmed mampu menjadi agen perubahan yang berdampak,” tutupnya.

