Politeknik Negeri Medan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE), yang digelar di Le Polonia Hotel & Convention, Senin–Rabu (9–11 Februari 2026).
Agenda strategis ini menjadi bagian dari proses revisi dan penyempurnaan Kurikulum 2021, agar semakin responsif terhadap dinamika industri, akselerasi teknologi, serta lanskap global yang kian kompetitif.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Polmed, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., didampingi jajaran pimpinan, yakni Wakil Direktur Bidang Akademik Agus Edy Rangkuti, S.E., M.Si., Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Dr. Ferry Fachrizal, S.T., M.Kom., Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Dr. Ahmad Kholil, S.E., M.Si., serta Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Dr. Arif Ridho Lubis, B.IT., M.Sc IT.
Untuk memastikan penyusunan kurikulum berjalan komprehensif dan berbasis praktik terbaik, Polmed menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang pengembangan kurikulum vokasi, yakni Dr. Drs. Ludfi Djajanto, M.B.A dari Politeknik Negeri Malang, Dr. Ir. Suhendrik Hanwar, M.T., serta Ir. Hanriyawan Adnan Mooduto dari Politeknik Negeri Padang. Ketiganya memaparkan penguatan substansi OBE secara aplikatif, mulai dari perumusan capaian pembelajaran hingga strategi asesmen terukur.
Dalam sambutannya, Direktur Polmed menekankan bahwa revisi kurikulum ini selain rutinitas administrative, juga merupakan tanggung jawab akademik untuk menjaga relevansi institusi.
“Tahun ini kita melaksanakan revisi kurikulum setelah menjalankan Kurikulum 2021. Tanggung jawab kita adalah memastikan kurikulum yang disusun mampu menjawab tantangan zaman dan melahirkan lulusan yang selaras dengan kebutuhan industri serta perkembangan ilmu pengetahuan,” tegas Direktur.
Ia juga mendorong seluruh peserta memaksimalkan forum diskusi dan sesi kerja mandiri, sehingga dokumen kurikulum OBE yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan siap diimplementasikan di setiap program studi.
Senada dengan itu, Kepala PPMPP Dina Arfianti Siregar, S.E., M.Si. menegaskan bahwa OBE menuntut transformasi paradigma dalam merancang pembelajaran.
“OBE bukan hanya menyusun dokumen. Ia menuntut keselarasan antara CPL, bahan kajian, mata kuliah, hingga RPS, yang seluruhnya harus terukur ketercapaiannya dan berdampak nyata pada kompetensi lulusan,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta terlibat aktif dalam dialog interaktif dan klinik kurikulum.
Isu-isu strategis dibedah secara mendalam, mulai dari penguatan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), perumusan CPMK dan Sub-CPMK, penyusunan RPS berbasis OBE, hingga pengembangan instrumen asesmen dan rubrik penilaian yang akuntabel.
Forum ini menjadi ruang kolaboratif untuk menyempurnakan konsep kurikulum masing-masing program studi dengan pendampingan langsung dari narasumber.


