Politeknik Negeri Medan Terima Benchmarking AMI Non Akademik dari IAKN Tarutung

Politeknik Negeri Medan menerima kunjungan benchmarking dari Institut Agama Kristen Negeri Tarutung dalam rangka penguatan Instrumen Audit Mutu Internal (AMI) Non Akademik, Kamis (19/2), di Ruang Rapat Gedung Direktorat Polmed.

Pertemuan ini menjadi forum untuk bertukar praktik baik terkait pengelolaan dan pengembangan instrumen AMI Non Akademik pada lingkup Lembaga Penjaminan Mutu. Sejumlah isu krusial mengemuka dalam diskusi, mulai dari mekanisme penyusunan instrumen, penetapan ruang lingkup audit, pengelolaan dokumen, strategi pelaksanaan audit, hingga skema tindak lanjut temuan sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu berkelanjutan.

Direktur Polmed, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan IAKN Tarutung menjadikan Polmed sebagai mitra benchmarking. Ia menegaskan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu menjadi pilar penting dalam tata kelola institusi.

“Kami menyambut baik sinergi antar perguruan tinggi melalui forum seperti ini. Polmed terus memperkuat tata kelola dan budaya mutu agar setiap layanan, baik akademik maupun non akademik, berjalan sesuai standar dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas institusi,” ujar beliau.

Pendalaman materi dilanjutkan oleh Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMPP) Polmed, Dina Arfianti Siregar, S.E., M.Si. Ia memaparkan alur pelaksanaan AMI Non Akademik di Polmed secara sistematis, dimulai dari tahap perencanaan program audit, penunjukan auditor, pelaksanaan audit lapangan, hingga monitoring dan evaluasi tindak lanjut temuan.

Menurutnya, AMI Non Akademik berfungsi sebagai instrumen kendali mutu pada unit-unit pendukung institusi, termasuk tata kelola administrasi, layanan umum, dan manajemen sumber daya. Setiap hasil audit ditransformasikan menjadi rencana aksi yang terukur agar perbaikan berjalan konsisten dan terdokumentasi.

Ketua LPM IAKN Tarutung, Dr. Dame Taruli Simamora, M.Pd.K., mengapresiasi keterbukaan Polmed dalam berbagi pengalaman dan sistem yang telah berjalan.

“Kami memperoleh banyak referensi terkait penguatan instrumen AMI Non Akademik dan implementasinya secara konsisten. Hasil benchmarking ini akan kami adaptasi dan kembangkan di IAKN Tarutung untuk memperkuat mutu layanan institusi,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung konstruktif dan interaktif, ditandai dengan sesi tanya jawab mendalam serta pertukaran dokumen pendukung sebagai bahan pembelajaran bersama. Kolaborasi antar perguruan tinggi ini diharapkan terus terjalin guna memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat nasional.

 

Cart

No products in the cart.

X