Politeknik Negeri Medan (Polmed) menjalin kerja sama dengan Trimble Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dirangkaikan dengan kuliah umum mengenai teknologi digital dan tata kelola pengadaan jasa konstruksi. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 5 Gedung Direktorat Polmed, Selasa (27/10), dengan melibatkan mahasiswa dan dosen Jurusan Teknik Sipil.
Kuliah umum bertema “Pelaksanaan Pengadaan Jasa Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum melalui BP2JK Wilayah Sumatera Utara” menghadirkan Fauzan Saidal, S.T. dari Trimble Indonesia dan Ir. Reza Munawir Manik, S.T., M.T., M.M.G. selaku Kepala BP2JK Wilayah Sumatera Utara. Turut hadir Franky Silaban, Representative of Trimble SEA, bersama tim.
Direktur Polmed, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kerja sama dengan industri diperlukan untuk memperkenalkan perkembangan teknologi dan praktik kerja yang digunakan di lapangan kepada mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknik Sipil memperoleh wawasan mengenai penerapan teknologi digital sekaligus proses pengadaan jasa konstruksi di lingkungan pemerintah. “Kolaborasi dengan industri dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi. Kami berharap mahasiswa mendapatkan pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pekerjaan di bidang konstruksi,” ujar Idham Kamil.
Pada sesi kuliah umum, Fauzan Saidal, S.T. dari Trimble Indonesia membahas perkembangan teknologi digital dan penerapannya dalam industri konstruksi, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan. Pemanfaatan teknologi tersebut berperan dalam meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan produktivitas pekerjaan konstruksi.
“Mahasiswa perlu mulai mengenal teknologi yang digunakan di industri konstruksi. Penguasaan teknologi digital menjadi bekal penting agar mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan dan tuntutan dunia kerja,” jelas Fauzan.
Dari sisi tata kelola proyek, Kepala BP2JK Wilayah Sumatera Utara, Reza Munawir Manik, memaparkan mekanisme pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Materi mencakup tahapan pengadaan, proses pemilihan penyedia jasa, serta pentingnya penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya.
Menurut Reza, pemahaman mengenai proses pengadaan perlu dimiliki mahasiswa Teknik Sipil karena tahapan tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, mulai dari proses pemilihan penyedia hingga pelaksanaan proyek.
“Pemahaman mengenai pengadaan jasa konstruksi penting bagi mahasiswa Teknik Sipil. Pembangunan juga berkaitan dengan proses pengadaan yang harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel,” ungkap Reza.
Sementara itu, Franky Silaban selaku Representative of Trimble SEA menegaskan pentingnya keterlibatan industri dalam mendukung pengembangan pendidikan dan kesiapan sumber daya manusia. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai dapat membuka ruang untuk memperkenalkan teknologi serta solusi digital yang relevan dengan kebutuhan industri konstruksi.
“Kami berharap kolaborasi dengan Polmed dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal serta memahami penerapan teknologi dalam industri konstruksi,” tutur Franky.
Direktur Polmed berharap kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program yang melibatkan dosen dan mahasiswa, sehingga materi pembelajaran di Jurusan Teknik Sipil semakin dekat dengan perkembangan teknologi dan praktik pekerjaan konstruksi.

