Polmed Siapkan Skema Pelatihan Pra-Rekrutmen Internasional, Fokus Kebutuhan Industri Global

Politeknik Negeri Medan (Polmed) menerima kunjungan Ketua China–Indonesia Cultural Educational Exchange Association, Mr. Hu Haibin, Kamis (19/2). Pertemuan ini fokus membahas skema teknis pelatihan vokasi yang langsung terhubung ke kebutuhan rekrutmen perusahaan multinasional dan industri Tiongkok di Indonesia.

Direktur Politeknik Negeri Medan, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., bersama Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Humas, Dr. Arif Ridho Lubis, B.IT., M.Sc IT., memfokuskan pembahasan pada implementasi program pelatihan intensif berdurasi 1–3 bulan sebagai tahap prarekrutmen.

Program ini dirancang berbasis kebutuhan industri, dengan bidang pelatihan meliputi, Mekanikal & Elektrikal (MEP), Scaffolding, Mason & Beton, Pembesian (Rebar), Struktur Baja, Waterproofing, Tukang Kayu.

Selain sertifikat pelatihan,  output yang ditargetkan adalah talent pool siap kerja yang telah melalui penyelarasan kompetensi sesuai standar perusahaan pengguna.

Sebelum pelaksanaan, Polmed akan melakukan audit kesiapan laboratorium dan workshop praktik untuk memastikan fasilitas mendukung skema pelatihan berbasis proyek. Instruktur direncanakan didatangkan langsung dari universitas vokasi di Tiongkok guna memastikan penerapan standar kerja sesuai praktik global.

Direktur Polmed menegaskan bahwa model ini memperpendek jarak antara pendidikan dan kebutuhan industri. “Pelatihan yang terkoneksi langsung dengan skema rekrutmen memberi kepastian jalur karier bagi lulusan. Ini langkah konkret meningkatkan daya saing global,” ujar beliau.

Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Humas menambahkan, Polmed menyiapkan pemetaan kurikulum, sistem pendampingan, dan monitoring capaian agar program tidak berhenti pada satu angkatan, tetapi menjadi pola kerja sama berkelanjutan.

Sementara itu, Mr. Hu Haibin menyampaikan apresiasinya atas komitmen Polmed dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

“Kami melihat potensi besar pada institusi vokasi di Indonesia, khususnya Polmed. Melalui program pelatihan ini, kami ingin membangun jembatan antara pendidikan dan industri, sehingga lulusan memiliki kompetensi teknis yang sesuai dengan standar perusahaan multinasional dan perusahaan Tiongkok di Indonesia,” ungkapnya.

Ke depan, pengembangan juga diarahkan pada sektor jaringan telekomunikasi yang terintegrasi kebutuhan industri, termasuk peluang kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Huawei.

Dengan skema ini, Polmed tidak hanya membuka akses pelatihan internasional, tetapi membangun jalur transisi yang jelas: dari ruang praktik ke kontrak kerja.

Cart

No products in the cart.

X