Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D., memberikan kuliah umum kepada sekitar 400 mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) dalam rangka pembekalan menghadapi tantangan ketenagakerjaan masa depan yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), Selasa (21/4).
Kegiatan bertajuk “Penyiapan Talenta Unggul untuk Menghadapi Tantangan Ketenagakerjaan Masa Depan” ini berlangsung di Aula Gedung Direktorat Polmed dan disambut langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Medan, serta turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, termasuk Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara, serta sejumlah mitra industri.
Direktur Polmed, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T, menyebut kehadiran Menteri Ketenagakerjaan menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pendidikan vokasi agar semakin selaras dengan kebutuhan industri.
“Penyiapan talenta unggul hari ini tidak bisa lagi dilakukan secara biasa. Harus terarah, terukur, dan benar-benar menyesuaikan dengan dinamika dunia kerja,” ujar Direktur.
Ia menambahkan, Polmed saat ini tengah mendorong transformasi menuju Kampus K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sebagai bagian dari upaya membangun kesiapan kerja mahasiswa sejak dini.
“Kami sedang membangun budaya kerja industri di lingkungan kampus, termasuk penerapan standar keselamatan dan kedisiplinan, agar mahasiswa terbiasa dengan tuntutan dunia kerja yang sesungguhnya,” tambah beliau
Sementara itu, dalam pemaparannya, Menteri Yassierli menekankan bahwa dunia kerja tengah mengalami perubahan besar akibat disrupsi global, termasuk digitalisasi dan AI. Ia mengungkapkan, sekitar 92 juta pekerjaan berpotensi hilang, namun akan muncul 170 juta pekerjaan baru hingga tahun 2030.
“Artinya, tantangannya tidak hanya persoalan kehilangan pekerjaan, tetapi bagaimana kita menyiapkan diri untuk peluang baru yang membutuhkan keterampilan berbeda,” ujar Yassierli.
Ia juga menyoroti bahwa 59 persen angkatan kerja perlu melakukan reskilling dan upskilling, Beliau menegaskan bahwa penguasaan AI harus dibarengi dengan penguatan kemampuan manusia.
“Yang akan unggul adalah mereka yang mampu mengombinasikan digital skills dan human skills seperti critical thinking, empati, dan kemampuan beradaptasi,” jelasnya.
Kuliah umum ini bertujuan memberikan arahan langsung kepada mahasiswa agar mampu mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan berdampingan dengan teknologi AI.




