Politeknik Negeri Medan (Polmed) menggelar pelatihan dan pendampingan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 di Aula Lantai 5 Gedung Direktorat, Senin (6/4). Kegiatan ini menyasar mahasiswa yang akan mengikuti seleksi pendanaan PKM tingkat nasional.
Pelatihan difokuskan pada penguatan kualitas proposal, mulai dari penyusunan ide, kesesuaian dengan pedoman, hingga strategi menghadapi proses seleksi. Kegiatan ini juga menjadi ruang pendampingan awal bagi mahasiswa untuk mereview dan menyempurnakan proposal yang tengah disusun.
Ketua pelaksana, Marlya Fatira, AK., S.E., M.Si., mengatakan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan daya saing proposal mahasiswa Polmed.
“Mahasiswa perlu memahami standar penilaian dan teknis penulisan proposal secara tepat agar peluang lolos pendanaan semakin besar,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan narasumber Suri Mutia Siregar, M.Psi., Psikolog, yang memaparkan strategi jitu agar proposal dapat lolos pendanaan PKM 2026. Ia menekankan pentingnya ketelitian dalam mengikuti pedoman serta kesesuaian dengan standar operasional prosedur (SOP).
Menurutnya, sejumlah proposal mahasiswa yang telah direview sebenarnya memiliki potensi, namun masih ditemukan ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku.
“Banyak proposal memiliki ide yang kuat, namun gugur pada aspek administratif karena tidak sesuai ketentuan. Ini yang perlu diperbaiki,” katanya.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam mereview dan menyempurnakan proposal, sekaligus memberikan pemahaman praktis terkait tips dan trik menghadapi seleksi PKM 2026.
Direktur Politeknik Negeri Medan, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya institusi dalam mendorong peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat nasional.
“Melalui pendampingan yang terarah dan berkelanjutan, saya optimistis mahasiswa Politeknik Negeri Medan mampu meningkatkan kualitas proposal serta meraih lebih banyak pendanaan PKM 2026.”
Ia juga menegaskan bahwa PKM merupakan salah satu wadah strategis untuk mengasah kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa, sehingga pembinaan seperti ini perlu dilakukan secara berkesinambungan.
Melalui pelatihan ini, Polmed menargetkan peningkatan jumlah proposal yang lolos pendanaan PKM 2026 serta mendorong lahirnya karya inovatif dari mahasiswa.



