Politeknik Negeri Medan (Polmed) bersama Balai Diklat Keuangan (BDK) Medan menutup rangkaian Program Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan UMKM melalui Workshop Seri II bertema “Mengenal Perpajakan bagi UMKM” yang digelar di Aula Gedung Direktorat Polmed, Jumat (12/6).
Kegiatan ini menjadi penutup dari program kolaboratif yang telah berlangsung selama beberapa bulan dan melibatkan dosen serta mahasiswa Jurusan Akuntansi Polmed dalam mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyusun laporan keuangan yang lebih tertata dan sesuai kebutuhan usaha.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Politeknik Negeri Medan Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., Kepala BDK Medan Ari Sandi Robert, jajaran dosen Jurusan Akuntansi, mahasiswa, serta para pelaku UMKM peserta program pendampingan.
Direktur Polmed, Dr. Ir. Idham Kamil, dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi yang dibangun bersama BDK Medan menghadirkan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh seluruh pihak yang terlibat. Para pelaku UMKM memperoleh pendampingan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usahanya, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif melalui interaksi langsung dengan dunia usaha.
“Selain belajar dari teori di ruang kelas, mahasiswa juga memahami berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Di sisi lain, UMKM mendapatkan pendampingan yang dapat membantu mereka mengelola usaha secara lebih baik dan terstruktur,” ujar Direktur.
Sementara itu, Kepala BDK Medan Ari Sandi Robert menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang telah terjalin dengan Polmed dalam mendukung pengembangan kapasitas UMKM di Sumatera Utara.
Ia menilai pengelolaan keuangan dan pemahaman perpajakan merupakan aspek penting yang sering kali menjadi tantangan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama program pendampingan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan. Pengelolaan keuangan yang baik dan kepatuhan perpajakan akan menjadi fondasi yang kuat bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.
Pada sesi workshop, peserta memperoleh pembekalan mengenai berbagai aspek perpajakan UMKM yang disampaikan oleh M. Suyanto, S.IP., M.M. dan Dr. Ilham Hidayah Napitupulu, S.E., M.Si. Materi yang diberikan mencakup kewajiban perpajakan, mekanisme pelaporan, hingga pentingnya kepatuhan pajak sebagai bagian dari tata kelola usaha yang sehat dan profesional.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang interaktif mewarnai jalannya workshop, dengan berbagai pertanyaan yang diajukan terkait pencatatan keuangan, kewajiban perpajakan, hingga kendala yang kerap dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan administrasi bisnis sehari-hari.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa literasi keuangan dan perpajakan masih menjadi kebutuhan penting bagi UMKM, terutama dalam menghadapi tuntutan pengelolaan usaha yang semakin kompleks dan kompetitif.
Program pendampingan yang telah dilaksanakan tersebut menjadi salah satu wujud komitmen Polmed dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penerapan keilmuan dan kompetensi yang dimiliki sivitas akademika. Melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa, program ini tidak hanya memperkuat kapasitas UMKM, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia usaha secara langsung.
Menutup kegiatan, Direktur Polmed berharap kolaborasi antara Polmed dan BDK Medan dapat terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya yang memberikan manfaat luas bagi pelaku usaha maupun mahasiswa.
“Kami ingin kerja sama seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak UMKM. Kampus harus hadir sebagai mitra yang mampu memberikan solusi dan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

