Menuju Kampus Berbudaya Keselamatan, Polmed Susun Roadmap Sertifikasi SMK3

Politeknik Negeri Medan (Polmed) mulai menyusun roadmap Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pendidikan vokasi. Langkah ini ditandai melalui kegiatan pemaparan roadmap dan survei awal implementasi SMK3 yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Direktorat Polmed, Jumat (12/6).

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen Polmed dalam membangun lingkungan kampus yang aman, sehat, dan produktif, sekaligus menyiapkan ekosistem pembelajaran yang selaras dengan standar keselamatan kerja di dunia industri.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Medan, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., serta dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Agus Edy Rangkuti, S.E., M.Si., para ketua jurusan, kepala unit, Koordinator K3L, dan seluruh fungsionaris di lingkungan Polmed. Untuk mendukung penyusunan roadmap, Polmed menghadirkan Chairunisa, HSE Specialist PT Graha Katiga Indonesia, yang didampingi oleh Nafisa Haqul Azizy, HSE Administrator PT Graha Katiga Indonesia.

Ketua kegiatan Ir. Budi Harianto, S.T., M.T. menjelaskan bahwa penyusunan roadmap diawali dengan pemetaan kondisi eksisting penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kampus. Hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah strategis menuju sertifikasi SMK3.

Menurutnya, keterbukaan informasi dari setiap unit dan jurusan menjadi faktor penting agar proses pemetaan dapat menggambarkan kondisi lapangan secara akurat.

“Sampaikan kondisi yang sebenarnya saat survei dilakukan. Dari situ kita dapat mengetahui aspekaspek yang perlu diperkuat sehingga implementasi SMK3 dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Direktur Polmed Dr. Ir. Idham Kamil menegaskan bahwa penerapan SMK3 dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi institusi. Keselamatan dan kesehatan kerja, kata dia, harus menjadi bagian dari budaya organisasi yang tumbuh dalam setiap aktivitas akademik maupun nonakademik.

“Keselamatan dan kesehatan kerja harus hadir dalam setiap proses yang berlangsung di kampus. Melalui SMK3, kita ingin memastikan kegiatan pembelajaran, penelitian, maupun layanan kepada masyarakat berjalan dengan aman dan berkelanjutan,” ungkap beliau.

Komitmen tersebut dinilai semakin relevan mengingat karakteristik pendidikan vokasi yang erat dengan kegiatan praktikum, penggunaan laboratorium, bengkel kerja, dan berbagai peralatan berisiko tinggi.

Wakil Direktur Bidang Akademik Agus Edy Rangkuti menyampaikan bahwa penguatan budaya keselamatan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan vokasi. Selain menjaga keamanan sivitas akademika, penerapan SMK3 juga berperan dalam membentuk lulusan yang memahami standar keselamatan kerja sejak berada di bangku kuliah.

“Mahasiswa perlu dibiasakan bekerja sesuai prosedur keselamatan yang berlaku di industri. Dengan demikian, mereka memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya.

 

Cart

No products in the cart.

X